opera news

download from google play download from apple store

Pull to refresh

Pull to refresh

Pull to refresh

Pull to refresh

Pull to refresh

Pull to refresh

Pull to refresh

Pull to refresh

Pull to refresh

Pull to refresh

Pull to refresh

Pull to refresh

Pull to refresh

Pull to refresh

Pull to refresh

Pull to refresh

Pull to refresh

Connection failed Try again

opera news

download from google play download from apple store

Publik Harus Mendorong Koalisi Lebih dari Dua Poros

jpnn.com 09/27/2022

"\u003Chtml\u003E\n \u003Chead\u003E\u003C\u002Fhead\u003E\n \u003Cbody\u003E\n \u003Cdiv\u003E\n \u003Cdiv\u003E\n \u003Cdiv\u003E \n \u003Cdiv\u003E \n \u003Cdiv\u003E \n \u003Cdiv\u003E \n \u003Cfigure\u003E\n \u003Cspan class=\"view-HD-pictures-wrap\"\u003E\n \u003Cimg class=\"view-HD-pictures\" alt=\"Publik Harus Mendorong Koalisi Lebih dari Dua Poros - JPNN.COM\" title=\"Publik Harus Mendorong Koalisi Lebih dari Dua Poros\" data-src=\"https:\u002F\u002Fres.6chcdn.feednews.com\u002Fassets\u002Fv2\u002Fb2992ef5ab356855768875141f5c0366?source=nlp&quality=uhq&format=jpeg&resize=720\" data-image-width=\"570\" data-image-height=\"380\"\u003E\n \u003Cspan class=\"view-HD-pictures\"\u003EView pictures in App save up to 80% data.\u003C\u002Fspan\u003E\n \u003C\u002Fspan\u003E\n \u003C\u002Ffigure\u003E \n \u003Cp\u003ESiti Zuhro. Foto: Ricardo\u002FJPNN.com\u003C\u002Fp\u003E \n \u003Cp\u003Ejpnn.com, JAKARTA - Survei Litbang Kompas menemukan 62,4 persen responden meyakini bahwa \u003Ca href=\"https:\u002F\u002Fwww.jpnn.com\u002Ftag\u002Fkoalisi\" title=\"Semua artikel tentang koalisi\"\u003Ekoalisi\u003C\u002Fa\u003E partai politik (parpol) yang terbentuk saat ini sangat berpeluang berubah.\u003C\u002Fp\u003E\n \u003Cp\u003EKomitmen partai politik yang terjalin hingga kini belum bisa menjamin gambaran koalisi sesungguhnya untuk \u003Ca href=\"https:\u002F\u002Fwww.jpnn.com\u002Ftag\u002Fpilpres-2024\" title=\"Semua artikel tentang Pilpres 2024\"\u003EPilpres 2024\u003C\u002Fa\u003E.\u003C\u002Fp\u003E\n \u003Cp\u003EPengamat politik dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) \u003Ca href=\"https:\u002F\u002Fwww.jpnn.com\u002Ftag\u002Fsiti-zuhro\" title=\"Semua artikel tentang Siti Zuhro\"\u003ESiti Zuhro\u003C\u002Fa\u003E menilai peta koalisi masih akan berubah hingga 2024.\u003C\u002Fp\u003E \n \u003Cp\u003EMenurur dia, semua partai masih melakukan penjajakan dan komunikasi politik. Partai saling menjajaki kemungkinan-kemungkinan untuk pilpres 2024.\u003C\u002Fp\u003E \n \u003Cp\u003E“Itu tidak mudah disimpulkan. Saya menilai masih dalam taraf saling menjajaki, mereka butuh chemistry, butuh platform yang sama dan saling menguntungkan. Tentu mereka berpikir dua hal, pileg-nya oke, Pilpres-nya, ok,\" kata Siti Zuhro, Senin (26\u002F9\u002F2022).\u003C\u002Fp\u003E\n \u003Cp\u003EMenurut Siti Zuhro, melihat dinamika politik yang sedemikian cair membutuhkan partisipasi aktif dari publik dan suara dari masyarakat sipil untuk mendorong agar Pilpres tidak diikuti hanya dua pasangan calon (paslon).\u003C\u002Fp\u003E \n \u003Cp\u003EDia menyebut Pilpres 2019 sudah cukup memberikan pelajaran atas dampak yang ditimbulkan ketika hanya dua paslon.\u003C\u002Fp\u003E\n \u003Cp\u003EJadi, menurut saya kalau kita enggak aktif seperti 2014 dan 2019, pasti dua poros, yang mereka sukai saja. Untuk apa pisah-pisah, bikin energi terkuras. Toh, enggak menang. Maka, sekarang ini sangat tergantung pada civil society,” ujar Siti.\u003C\u002Fp\u003E \n \u003C\u002Fdiv\u003E\n \u003C\u002Fdiv\u003E \n \u003C\u002Fdiv\u003E \n \u003Cdiv\u003E \n \u003Cdiv\u003E \n \u003Cdiv\u003E \n \u003Cp\u003ESiti Zuhro. Foto: Ricardo\u002FJPNN.com\u003C\u002Fp\u003E \n \u003Cp\u003ESiti Zuhro menambahkan masyarakat sipil harus mendorong partai politik untuk menjalankan fungsi representasi dengan menghadirkan lebih dari dua paslon Capres-Cawapres.\u003C\u002Fp\u003E \n \u003Cp\u003EJadi, kalau civil society-nya kuat menyuarakan bahwa pelajaran dua kali pemilu membuat kita ini fungsi representasi yang seharusnya dilakukan partai-partai, tidak dilakukan. Itu yang harus terus disuarakan dan dampak-dampak dari hanya dua pasangan calon. Jadi, kalau kita diam, civil society-nya diam, ya, mereka melenggang,\" ungkapnya.\u003C\u002Fp\u003E\n \u003Cp\u003E\u003Cstrong\u003ETergantung Situasi\u003C\u002Fstrong\u003E\u003C\u002Fp\u003E \n \u003Cp\u003EPengamat Komunikasi Politik Universitas Multimedia Nusantara Silvanus Alvin menilai bongkar pasang koalisi masih akan dinamis, seturut situasi politik, sampai titik final.\u003C\u002Fp\u003E\n \u003Cp\u003E“Memang untuk koalisi parpol yang dikatakan final itu tentu tergantung dari situasi politik yang berkembang. Bisa saja ada kejadian-kejadian yang belum kita tahu,” kata Alvin, Senin (26\u002F9).\u003C\u002Fp\u003E\n \u003Cp\u003ENamun dalam berkoalisi, partai akan memperhatikan kebutuhan partainya dulu baru koalisi.\u003C\u002Fp\u003E\n \u003Cp\u003E“Masing-masing pasti tidak mau jadi beban, dalam koalisi ada partai yang jadi beban, maka partai lain pakai strategi mutusin buntut ekor cicak,” ungkap Alvin.\u003C\u002Fp\u003E\n \u003Cp\u003ESaat ini sudah terbentuk poros Koalisi Indonesia Bersatu (KIB), Gerindra-PKB, Nasdem-Demokrat-PKS dan juga PDIP.\u003C\u002Fp\u003E \n \u003C\u002Fdiv\u003E\n \u003C\u002Fdiv\u003E \n \u003C\u002Fdiv\u003E \n \u003Cdiv\u003E \n \u003Cdiv\u003E \n \u003Cdiv\u003E \n \u003Cp\u003ESiti Zuhro. Foto: Ricardo\u002FJPNN.com\u003C\u002Fp\u003E \n \u003Cp\u003EKetua Umum Partai Golkar, Airlangga Hartarto bertemu dengan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto pekan lalu. Pertemuan mereka dimaknai dan diamini sebagai bentuk silaturahmi.\u003C\u002Fp\u003E\n \u003Cp\u003E“Sebenarnya pertemuan Pak Airlangga dan Prabowo, peluang itu besar karena sama-sama nasionalis. Dan, keduanya ada latar belakang sudah bekerjasama di kabinet, eksekutif, masih terbuka,” sebut Alvin. Apalagi, PPP, anggota KIB yang lain, pernah berkoalisi dengan Gerindra di 2014 silam.\u003C\u002Fp\u003E\n \u003Cp\u003E“Ini masalahnya apakah koalisi belum final kan, dengan kata lain koalisi bisa berkurang dan bisa bertambah partainya bergabung. Ini tinggal bagaimana masing-masing pimpinan partai berkomunikasi,“ kata Alvin.\u003C\u002Fp\u003E \n \u003Cp\u003ENamun, selain sibuk silaturahmi dan bongkar pasang, dia menyarankan, para petinggi parpol juga bisa merespon tantangan zaman, terutama krisis ekonomi global, dan pemenuhan perut masyarakat.\u003C\u002Fp\u003E\n \u003Cp\u003E“Sebab, sekarang publik lebih melihat siapa pemimpin atau partai yang dapat memberikan solusi praktis bagi rakyat,“ kata Alvin.\u003Cstrong\u003E(fri\u002Fjpnn)\u003C\u002Fstrong\u003E\u003C\u002Fp\u003E \n \u003C\u002Fdiv\u003E \n \u003Cul\u003E \n \u003Cli\u003E\u003Ca title=\"Publik Harus Mendorong Koalisi Lebih dari Dua Poros\" href=\"https:\u002F\u002Fm.jpnn.com\u002Fnews\u002Fpublik-harus-mendorong-koalisi-lebih-dari-dua-poros\"\u003EFirst «\u003C\u002Fa\u003E\u003C\u002Fli\u003E \n \u003Cli\u003E\u003Ca title=\"Publik Harus Mendorong Koalisi Lebih dari Dua Poros | Page 2\" href=\"https:\u002F\u002Fm.jpnn.com\u002Fnews\u002Fpublik-harus-mendorong-koalisi-lebih-dari-dua-poros?page=2\"\u003EPrev\u003C\u002Fa\u003E\u003C\u002Fli\u003E \n \u003Cli\u003E\u003Ca title=\"Publik Harus Mendorong Koalisi Lebih dari Dua Poros\" href=\"https:\u002F\u002Fm.jpnn.com\u002Fnews\u002Fpublik-harus-mendorong-koalisi-lebih-dari-dua-poros\"\u003E1\u003C\u002Fa\u003E\u003C\u002Fli\u003E \n \u003Cli\u003E\u003Ca title=\"Publik Harus Mendorong Koalisi Lebih dari Dua Poros | Page 2\" href=\"https:\u002F\u002Fm.jpnn.com\u002Fnews\u002Fpublik-harus-mendorong-koalisi-lebih-dari-dua-poros?page=2\"\u003E2\u003C\u002Fa\u003E\u003C\u002Fli\u003E \n \u003Cli\u003E\u003Ca title=\"Publik Harus Mendorong Koalisi Lebih dari Dua Poros | Page 3\" href=\"https:\u002F\u002Fm.jpnn.com\u002Fnews\u002Fpublik-harus-mendorong-koalisi-lebih-dari-dua-poros?page=3\"\u003E3\u003C\u002Fa\u003E\u003C\u002Fli\u003E \n \u003C\u002Ful\u003E \n \u003C\u002Fdiv\u003E \n \u003C\u002Fdiv\u003E \n \u003C\u002Fdiv\u003E\n \u003C\u002Fdiv\u003E\n \u003C\u002Fdiv\u003E\n \u003C\u002Fbody\u003E\n\u003C\u002Fhtml\u003E"

Follow us on Telegram